Showing posts with label Hijrah. Show all posts
Showing posts with label Hijrah. Show all posts

October 30, 2018

Flying

There is one thing I love being in the plane.
I realize how small I am. How vulnerable I am. How weak I am.



Takdir manusia hidupnya di atas tanah, bahkan diciptakan juga dari tanah. Terkadang sering merasa di atas hingga lupa sebenarnya seberapa kecil kita, seberapa lemah kita.
Padahal, kalau benar-benar di atas, jika Allah berkehendak, "kun fayakun", lalu jatuh, kembalilah kita menjadi tanah.
Sejauh apapun kita terbang, setinggi apapun yang dicapai, pada akhirnya akan tetap menjadi tanah. 
Dan apapun di dunia ini tak akan berarti untuk seonggok tanah. Kecuali amal yang saleh.
May Allah always remind us how pitiful creature we are, thus we are always getting close to him
Share:

February 15, 2018

Harus Tau Ini Sebelum Berangkat Umrah!

"Kebutuhan umrah, nyiapin dan bawa apa saja?"

[ A Ka'bah, a royal clock tower, and the prayers ]

Ini dia beberapa hal yang harus kalian perhatikan sebelum berangkat umrah.

Perhatikan kalian bakalan nyampe di sana bulan apa, karena musim di sana beda dengan Indonesia. Kalau dingin, ya beneran dingin, kalau panas ya panas. Cek selalu suhu dan cuaca lewat internet, biar kalian bisa ngira-ngira mau bawa baju model gimana, bahannya apa, and other necessary things too.

Kalian juga harus aware, berapa hari kalian di sana, untuk menentukan berapa baju dan mukena yang harus kalian bawa. Ada yang umrah selama dua minggu atau tiga minggu, jangan sampai kekurangan baju. Sebenarnya ga necessary amat sih, karena bisa beli baju di sana, Cuma tetep harus diperhitungkan biar koper ga terlalu banyak isi.

Pastikan jadwal dan kontak travel agent kalian juga, biar jelas jadwalnya. Pastikan baca dengan jelas, berapa kg bawaan bagasi, dan kabin nya, biar ga excess. You know, harga excess international flight lumayan mahal loh.

Kalau kalian pengen bisa tetep update dimana aja kapan aja, bisa juga beli paket roaming. Tapi Jannat ga menyarankan, karena pemakaian internet di sana ga terlalu dibutuhkan, selama di masjid bener-bener fokus ibadah, bukannya IG Story. Meskipun gitu saya sering update juga kan, hehe. Itu karena pas lagi istirahat di hotel. Kalau kalian bingung gimana caranya, bisa langsung ke Center operator kalian masing-masing buat nanya. Kalau Telkomsel, beli paketnya pake pulsa. cek di *266#. Kartu internet di Arab juga banyak dijual di dekat hotel, harganya sekitar 30 riyal untuk 1 GB.

***

Packing is a tricky thing, tho. Ga cuma nyiapin barang yang mau dibawa, tapi juga harus mikirin untuk empty space buat sesuatu. Kali aja mau beli kurma, atau zam-zam, kan mayan, hehe. So, this is the things you should consider to be brought:

1.    Satu koper gede (30kg-an), biasanya disediakan oleh pihak travel agent.

2.  Tas selempang, yang bisa dibawa kemana-mana. Untuk menyimpan barang pribadi yang penting (dompet, henpon, dll)

3.   Baju gamis / baju koko yang cukup dan sesuai. Ga perlu terlalu banyak juga, disesuaikan berapa hari kalian disana. Bahannya juga yang sesuai. Kalau disana sedang musim dingin, bisa pakai bahan tebal dan dilapisi jumper (sweater) atau baju berbahan knitted wool.
Kalau musim panas, bisa pakai baju berbahan katun yang dingin. Warnanya sebaiknya monochrom, putih, abu-abu, dan hitam. Ini bukan untuk gaya-gayaan, karena memang budaya di sana, selain warna itu ya kelihatan aneh (untuk perempuan khususnya). Selain itu, baju juga bisa dipakai untuk shalat, tanpa mukenah, jadi ga ribet juga. Kalau bisa yang cowok juga jangan pake berbahan lee dan denim, pake celana kain atau berbahan tunik lebih oke, leluasa untuk shalat juga.

4. Sandal jepit yang nyaman, karena bisa jadi kalian akan ngejar-ngejar waktu shalat biar ga telat, dan lari-larian biar dapat shaf di depan. Jadi, usahakan bawa sandal yang nyaman.

5. Kantong plastic kecil yang banyak. Kenapa? Ini dipake untuk tempat sandal yang kita bawa. Pilihannya dua: mau taro sandal di tempat penitipan atau dibawa. Konsekuensinya 80% hilang. Paling aman ditaro di plastic terus dibawa dan dimasukin ke dalam tas, meskipun agak berat. Makanya saya menyarankan pake sandal jepit murah aja biar ga berat dibawa di tas. Agak nyakitin bahu kalau sambil tawaf sambil bawa tas berat.

6.  Krim kulit dan bibir. Penting banget. Mau kulit kalian berminyaklah, keringlah, wajib bawa. Kenapa? Karena udara di Jazirah Arab itu kering banget, ga lembab kaya di Indonesia. Di udara kering begitu, kulit kalian akan jadi kering, lama-lama bisa mengelupas. Kalau bisa, pilih krim yang bener-bener menutrisi kulit. Jannat pake Cream 21 dan Vaseline. Kalau lip balm Jannat pake Zoya, jadi bibir ga kering dan tetep kaya pake lip creme wkwkwk. Kalau kalian males beli di Indonesia, bisa beli di sana juga banyak. Drugstore di Madinah ada di dekat Starbucks (sebelah kiri Pintu 25 Utsman bin Affan). Kalau di Mekah, ada di dekat pintu masuk Clock Tower seberang supermarket Bin Dawood. Lainnya juga banyak sih, hehe.

[ Creme 21 ]

[ krim vaseline ]

[ Lip balm untuk bibir ]


7. Kacamata hitam. Sunscreen! Ingat, di Jazirah Arab, kuantitas cahaya mataharinya juga beda dengan di Indonesia, jangan sampe kulit kita terbakar, ya. Bawa kacamata hitam juga jangan lupa. Ga musim dingin, ga musim panas, tetep aja sinar matahari nya mentereng banget.

8. Pakaian dalam secukupnya. Mending dilebihin karena kalau najis harus langsung ganti juga biar shalat tetep sah.

9. Khusus untuk perempuan, penting banget banyakin bawa kaos kaki dan manset tangan. Pembalut dan pentiliner juga perlu banyak dibawa untuk jaga-jaga biar selalu dalam keadaan suci. Baju khusus dan mukena untuk ihram, sebaiknya warna putih.

10. Buku bacaan doa umrah. Jangan sampe ga baca doa karena ga bawa bukunya. Doanya banyak btw. Ga usah beli juga, kalian bakalan dapet semuanya dari travel agent, kok. Di cek dulu kelengkapan doa di bukunya ya. Pas Jannat kemarin buku yg dibagikan itu doanya kurang lengkap, kayak doa tawaf wada', ga ada di buku itu. Jadi Jannat pake buku bacaan doa untuk haji punya orang tua dulu di tahun 2002.

11. Kamera atau kamera HP. Penting banget wkwkwk. Tapi, kita cuma diperbolehkan foto-foto di luar masjid, ya. Kalau ketahuan foto di dalam masjid harus siap-siap diperiksa sama polisi-polisi masjid Nabawi / Masjidil Haram. Ga perlu takut kok, hehe. Anw, jangan lupa bawa wayer dan charger HP.

12.   Folded bag kosong (tas jinjing). Bawa dua atau secukupnya, sebagai tempat oleh-oleh atau barang yang ga muat di koper, atau barang fragile yang nanti dibawa kalian di bagasi. Repot juga kan kalau kekurangan tas, kalo dibawa pake plastik takutnya plastiknya robek.

13.   Al Quran. Emang sih, di masjid banyak Al-Quran, tapi enak bawa sendiri, untuk ngejar target pribadi. Bisa juga di Al-Quran kamu ditempelin doa-doa khusus, jadi enak kan kalau nungguin shalat bisa sambil baca doa. Lebih enak bawa Al-Quran yang agak kecil, nyaman dan ga berat dibawa kemana-mana.

14.  Sajadah. Di mesjid, ada beberapa tempat yang ga disediakan sajadah/karpet, yang mungkin kita dapat shaf di situ. Sebaiknya bawa sendiri aja. Kalau subuh tuh lantainya dingin banget.

15. Obat-obatan, minyak angin atau balsem. Penting banget. Ga ada yang tau kita bakalan sakit kepala, sakit perut, diare, masuk angin dll. Waktu untuk ibadah di sana bakalan terbatas banget, sayang kalo misal sakit sehari aja. Tiap hari juga bakalan jalan bolak-balik hotel-masjid, kalo diakumulasikan jadi kiloan meter, pasti cape juga.

16.  Masker. Di sana banyak debu. Sebaiknya bawa masker deh, untuk mengantisipasi supaya pernapasannya ga terganggu.

17.   Tissue. Ga semua toilet umum ada tissue nya. Penting banget nih buat kalian yang gampang pee.

18.   Gunting kecil untuk tahallul. Ini banyak banget yang ga bawa sampe-sampe rebutan dan gantian. Mending bawa masing-masing aja, biar ga rebutan.

19.   Gunting kuku. Ini dipake buat gunting kuku di hari Jumat, biar dapat pahala sunnah nya, hehe.

20.   Tasbih. Untuk zikir.

21.   Hanger. Buat gantung handuk / baju.

22.  Botol minum. Ini penting buat isi air zam zam, hehe. Tersedia gratis di masjid nabawi dan masjidil haram. Kalau mau diminum lagi di hotel, mending tampung aja ke botol minum sendiri. Jadi bisa diminum kapanpun air zam zam nya. Kalau nampungnya banyak, bisa buat mandi, hehehe.

23. Perlengkapan mandi (shampoo, sabun, sikat gigi, pasta gigi). Bawa seperlunya aja, manatau stok di hotel kurang.

24. Siwak. Kalau ga mau beli di Arab, beli di daerah tempat tinggal kalian juga boleh kok. Kalau di Banda Aceh belinya di Saudi Store. Toko itu khusus menjual perlengkapan Haji dan Umrah.


Itu aja sih yang menurut pengalaman Jannat penting banget untuk disiapin sebelum berangkat umrah, biar nyaman dan tenang beribadah. Semoga yang mau berangkat, dilancarkan perjalanannya, dimudahkan, dan sampai dengan selamat. Semoga segala ibadah selama di Al-Haraam, diterima oleh Allah, aamiin Allahumma aamiin.
Semoga bermanfaat šŸ˜Š




Share:

February 14, 2018

Malam 1 Muharram

"Tahun baru Islam. Amalan apa yang dikerjakan sebagai seorang hamba?"


[Photo: Google]

Amalan yang dikerjakan pada malam ini adalah shalat sunah malam 1 Muharram.


Shalat 2 rakaat 1 salam.
Setiap rakaat membaca :
7 al-fatihah
7 ayat kursi
7 Al-ikhlas

Setelah shalat membaca :
11 لا ؄له الله ŁˆŲ­ŲÆŁ‡ لا ؓريك له، له Ų§Ł„Ł…Ł„Łƒ ŁˆŁ„Ł‡ الحمد يحيي ŁˆŁŠŁ…ŁŠŲŖ، ŁˆŁ‡Łˆ حي لا ŁŠŁ…ŁˆŲŖ، ŲØŁŠŲÆŁ‡ Ų§Ł„Ų®ŁŠŲ±، ŁˆŁ‡Łˆ على ŁƒŁ„ ؓيؔ Ł‚ŲÆŁŠŲ±.
11 istiğfar
11 shalawat
Ditutup dengan doa.
_____

Semoga Allah menerima amal ibadah kita :)
Share:

Pribadi Hebat

“Sudahkah kita berani memberi maaf terhadap musuh kita? Sudahkah kita berani menghapus perasaan dendam dari hati kita karena kesalahan teman kepada kita?"

***

Membalas kebaikan dengan kejahatan adalah perangai yang serendah-rendahnya. Membalas kejahatan dengan kejahatan bukanlah hal yang baik. Membalas kebaikan dengan kebaikan adalah hal yang patut di biasakan.



Akan tetapi, membalas kejahatan dengan kebaikan adalah cita-cita kemanusian yang setinggi-tinggi nya. Kita harus sanggup hidup memberi cita-cita itu tumbuh.”




Lalu ketika kita mengintip jauh ke atas, di Arsy ada menara dari cahaya. Di dalamnya ada orang-orang yang pakaiannya dari cahaya dan wajah mereka bercahaya.




Mereka bukan para Nabi dan Syuhada. Tetapi para Nabi & Syuhada kagum kepada mereka.


Ketika ditanya oleh para sahabat, Rasulullah SAW menjawab:
“Mereka adalah orang-orang yang saling mencintai, memaafkan & bersahabat karena Allah” (HR.Tirmidzi)



- Seorang ulama besar dalam karyanya “Pribadi Hebat”.



Share:

Kesalahan-kesalahan di Bulan Ramadhan


.
1. Lalai memanfaatkan doa di waktu mustajabnya doa, yaitu qabla maghrib.
2. Terlalu asyik ifthar hingga lupa menjawab adzan.
3. Mengakhirkan ifthar sampai adzan berakhir.
4. Terlalu sibuk membagikan ifthar sampai-sampai tertinggal rakaat pertama shalat maghrib berjamaah.
5. Shalat maghrib di rumah (bagi laki-laki) karena sibuk berbuka.
6. Meninggalkan shalat sunnah ba'diyah atau sunnah tahiyyatul masjid, terbayang hidangan berbuka. 
7. Berlebihan, mubadzir dalam makan dan minum.
8. Membuang-buang waktu antara maghrib dan isya. Padahal bisa diisi tilawah atau dzikir.
9. Tidak menyempurnakan shalat tarawih, terburu-buru pulang. 
10. Meninggalkan sahur, padahal salah satu sunnah.
11. Lupa berdoa dan perbanyak istighfar di waktu sahur. Sayang sekali, padahal rahasia ijabah doa di waktunya. 
12. Lalai menghidupkan malam-malam mulianya.
13. Lalai menghidupkan malam Lailatul Qadr.
14. Lalai dan malas dalam perbaikan dan perkembangan ilmu agama.
15. Lalai mengkhatamkan Al Quran dan tadabburnya. Hakikat Ramadhan adalah bulan Al Quran.
16. Lalai mengajarkan dan membantu anak dan keluarga dalam menjalankan puasa.
17. Terlalu sibuk dengan film-film dan media sosial.
18. Lupa muhasabah kualitas dan aktifitas diri di setiap malamnya. 
19. Shalat di bulan Ramadhan saja.
.
.
Semoga tahun ini kita menjadi muttaqiin. Tak sekadar puasa, namun berperangai taqwa, berbuah surga. Aamiin.

Juni, 2017
Share:

Wanita, Angka Nol, Al - Khawarizmi dan Matematika

Jika wanita memiliki akhlak baik dan cara berpikir positif, maka ia adalah angka 1,
Jika ia juga cantik maka imbuhkan 0, jadi 10.
Jika ia juga punya harta, imbuhkan lagi 0, jadi 100
Jika ia pintar dan cerdas tambahkan lagi 0, jadi 1000
Namun jika seorang wanita memiliki semuanya tapi tanpa memiliki yang pertama, maka ia hanya 000″

-Al Khawarizmi, seorang ahli matematika muslim penemu angka nol.
Share:

Hilangnya Pahala Suatu Amal

Setiap dari kita sering melakukan perbuatan yang baik. Memberi sedekah ke orang, membantu orang yang membutuhkan kita. Yang dilakukan itu adalah untuk sesama manusia; hablumminannas. Lalu, bagaimana dengan hablumminallah; hubungan dengan Allah? Kita shalat, puasa, zakat, dsb.
Tapi, tahukah kamu bahwa sebenarnya yang kita lakukan sebegitu banyaknya bisa hilang dengan mudah?
Iya, bisa.
Ketika kita melakukannya terselip dengan riya. Melakukan amal agar dilihat orang lain. Kemudian orang itu memuji perbuatan kita. Tapi, kadang secara gak sadar, ada rasa yang membuat kita melakukan riya. Kemudian rasa itu mendorong diri kita untuk melakukan tindakan-tindakan yang menyebabkan apa yang kita lakukan bukan dengan keikhlasan.
Allah berfirman dalam Al Quran:
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya’ kepada manusia dan tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadikan ia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatu pun dari apa yang mereka usahakan, dan Allah tidak memberi petunujuk kepada orang-orang kafir”. (Q.S. Al Baqarah : 264).
Setan memang tak henti-hentinya menggoda anak cucu adam. Begitu setan gagal menggoda manusia untuk berbuat keji, setan menggunakan cara lain agar manusia gagal dalam melakukan amal kebajikan.
Sebagai contoh sederhana, kita shalat malam, lalu kita update status.
“Nikmatnya bangun di sepertiga malam”
Dan mungkin masih banyak lagi contoh lainnya.
Jadi, yuk kita sama-sama ngasih diri kita warning. Luruskan niat dalam melakukan sesuatu hanya karena benar-benar mengharapkan ridha Allah SWT. Kebaikan yang kita lakukan ada baiknya hanya Allah lah yang layak membalas.
Semoga bermanfaat.
Share:

Mencari Jodoh

Bahwasanya Najmuddin Al Ayyubi, Penguasa Tikrit, belum menikah dalam waktu yang lama. Maka, bertanyalah saudaranya—Asaduddin Syirkuh, “Saudaraku, mengapa kamu belum menikah?”

Najmuddin menjawab, “Aku belum mendapatkan yang cocok.”
Asaduddin berkata, “Maukah aku lamarkan seseorang untukmu?”
Dia berkata, “Siapa?”
Ia menjawab, “Puteri Malik Syah—anak Sultan Muhammad bin Malik Syah—Raja bani Saljuk atau putri Nidzamul Malik—dulu menteri dari para menteri agung zaman Abbasiyah.”
Maka, Najmuddin berkata, “Mereka tidak cocok untukku.”
Maka, heranlah Asaduddin Syerkuh. Ia berkata, “Lantas, siapa yang cocok bagimu?”
Najmuddin menjawab, “Aku menginginkan istri yang salihah yang bisa menggandeng tanganku ke surga dan melahirkan anak yang dia tarbiyah dengan baik hingga jadi pemuda dan ksatria serta mampu mengembalikan Baitul Maqdis ke tangan kaum muslimin.”


Location: Masjid Nabawi

Waktu itu, Baitul Maqdis dijajah oleh pasukan salib dan Najmuddin masa itu tinggal di Tikrit, Irak, yang berjarak jauh dari lokasi tersebut. Namun, hati dan pikirannya senantiasa terpaut dengan Baitul Maqdis.
Impiannya adalah menikahi istri yang salihah dan melahirkan ksatria yang akan mengembalikan Baitul Maqdis ke pangkuan kaum muslimin.
Asaduddin tidak terlalu heran dengan ungkapan saudaranya, ia berkata, “Di mana kamu bisa mendapatkan yang seperti ini?”
Najmuddin menjawab, “Barang siapa ikhlas niat karena Allah akan Allah karuniakan pertolongan.”
Maka, pada suatu hari, Najmuddin duduk bersama seorang Syaikh di masjid Tikrit dan berbincang-bincang.
Datanglah seorang gadis memanggil Syaikh dari balik tirai dan Syaikh tersebut minta izin Najmuddin untuk bicara dengan si gadis.
Najmuddin mendengar Syaikh berkata padanya, “Kenapa kau tolak utusan yang datang ke rumahmu untuk meminangmu?”
Gadis itu menjawab, “Wahai, Syaikh. Ia adalah sebaik-baik pemuda yang punya ketampanan dan kedudukan, tetapi ia tidak cocok untukku.”
Syaikh berkata, “Siapa yang kau inginkan?”
Gadis itu menjawab, “Aku ingin seorang pemuda yang menggandeng tanganku ke surga dan melahirkan darinya anak yang menjadi ksatria yang akan mengembalikan Baitul Maqdis kepada kaum muslimin.
"Dia Cocok Untukku!"
Najmuddin bagai disambar petir saat mendengar kata-kata wanita dari balik tirai itu.
Allahu Akbar! Itu kata-kata yang sama yang diucapkan Najmuddin kepada saudaranya. Sama persis dengan kata-kata yang diucapkan gadis itu kepada Syaikh.
Bagaimana mungkin ini terjadi kalau tak ada campur tangan Allah yang Mahakuasa?
Najmuddin menolak putri Sultan dan Menteri yang punya kecantikan dan kedudukan. Begitu juga gadis itu menolak pemuda yang punya kedudukan dan ketampanan.
Apa maksud ini semua? Keduanya menginginkan tangan yang bisa menggandeng ke surga dan melahirkan darinya ksatria yang akan mengembalikan Baitul Maqdis kepada kaum muslimin.
Seketika itu Najmuddin berdiri dan memanggil sang Syaikh, “Aku ingin menikah dengan gadis ini.”
Syaikh mulanya kebingungan. Namun, akhirnya beliau menjawab dengan heran, “Mengapa? Dia gadis kampung yang miskin.”
Najmuddin berkata, “Ini yang aku inginkan. Aku ingin istri salihah yang menggandeng tanganku ke surga dan melahirkan anak yang dia didik jadi ksatria yang akan mengembalikan Baitul Maqdis kepada kaum muslimin.”
Dan, di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir. (Q.S. Ar-Ruum: 21)
Maka, menikahlah Najmuddin Ayyub dengan gadis ini.
Tak lama kemudian, lahirlah putra Najmuddin yang menjadi ksatria yang mengembalikan Baitul Maqdis ke haribaan kaum muslimin. Namanya adalah
SHALAHUDDIN AL AYYUBI.


Lalu, apa visi & misi kita dalam menikah?
- Me, who want to marry soon šŸ˜›


x
Share:

SEMUT

Meyve ağaçlarını sarınca karınca
Günah var mı karıncayı kırınca?
Yarın Hakkın divanına varınca
Süleyman'dan hakkın alır karınca

***
Saya ingin bercerita tentang pantun bahasa Turki yang di atas.
Ada seorang sultan yang bernama sultan Sulaiman. Beliau sedang jalan-jalan di taman istana, lalu beliau melihat pohon yang dikerubutin banyak semut dan beliau berpikir untuk menyemprotkan pohon itu menggunakan obat anti serangga agar pohonnya bisa hidup nyaman dan ga di ganggu sama semut. Ketika itu beliau berfikir lagi bahwa semut adalah makhluk hidup juga, ntar kalau disemprotkan anti serangga, semutnya pada mati. Adanya kejadian seperti ini beliau mengirim surat ke gurunya untuk meminta fatwa tentang kasus tersebut.
Sekilas isi suratnya begini:
Kalau semut ngerubutin pohon yang berbuah, dosakah jika membunuh semut-semut itu?
Jawaban gurunya:
Nanti ketika berada di hari perhitungan, semut-semut akan meminta hak nya.

***
Masyaallah. Jawaban gurunya sangat logis. Yang patut dicontoh dari cerita ini adalah sultan Sulaiman ga sembarangan dalam bertindak, beliau nanya dulu ke gurunya. Nah yang kerennya, Sultan nanya nya pakai bait pantun yang di paragraf awal tulisan ini.
Pertanyaan sekarang, apakah kita sudah tepat dalam bertindak?
Share:

July 02, 2016

Syekh Sulayman Hilmi Tunahan K.S

Merhaba! Saya akan menulis sebuah cerita dari salah satu sahabat saya yang telah belajar dan sedang mengajar di Pondok Pesantren Sulaymaniyah di postingan pertama saya ini. Ceritanya sangat menarik untuk dibaca dan dapat memotivasi saya pribadi dan kalian semua wahai pembaca budiman. Here it is:

Photo: Google

Syekh Sulayman Hilmi Tunahan K.S ( pendiri Pondok Pesantren Sulaymaniyah ) pernah berkata kepada muridnya ketika ditengah-tengah pelajaran, "wahai anak-anakku, di masa depan kalian akan mengajarkan ilmu-ilmu ini kepada kepada murid-murid kalian ditempat/gedung yang begitu besar dan mewah bagaikan istana, dan kalian akan pergi ke berbagai negara dengan menggunakan pesawat terbang untuk berceramah dan mengajarkan ilmu-ilmu ini." Akan tetapi, para murid tidak begitu percaya dengan perkataan beliau, karena waktu itu mereka belajar di tempat yang begitu kecil dan kumuh, tempat dimana mereka sering kedinginan ketika musim dingin tiba, karena jendela tempat mereka belajar bolong tak ada kacanya bahkan untuk makan saja mereka harus berbagi satu piring dengan teman-temannya yang lain, mereka hanya beranggapan bahwa guru mereka ini sedang menyemangati mereka agar mereka tetap semangat belajar dan tidak boleh sedih. Akan tetapi murid beliau yang masih hidup sampai sekarang, bisa menyaksikan kebenaran perkataan syekh, dan mereka selalu menceritakan ini semua kepada murid-murid Pondok Pesantren Sulaymaniyah yang ada di 150 negara. Murid-murid syekh ini selalu menangis ketika mengingat bagaimana perjuangan syekh Sulayman dalam mensyiarkan agama ini.

Itulah sedikit cerita dari salah satu murid Syekh Sulayman yang diceritakan oleh teman baik saya. Semoga bermanfaat!
Share: